ISPA: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya
Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan dan umumnya berlangsung dalam waktu relatif singkat. ISPA dapat menyerang saluran pernapasan bagian atas seperti hidung dan tenggorokan, maupun saluran pernapasan bagian bawah.
ISPA dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, terutama virus. Sebagian besar kasus dapat membaik dengan perawatan yang tepat, tetapi pada kondisi tertentu infeksi dapat menjadi lebih serius dan membutuhkan pemeriksaan serta penanganan medis.
Gejala ISPA yang Perlu Diwaspadai
Gejala ISPA dapat berbeda-beda tergantung penyebab dan bagian saluran pernapasan yang terkena. Beberapa gejala yang umum antara lain:
Batuk.
Pilek atau hidung tersumbat.
Bersin.
Sakit atau terasa tidak nyaman pada tenggorokan.
Demam.
Sakit kepala.
Tubuh terasa lemas atau mudah lelah.
Nyeri pada tubuh.
Suara menjadi serak.
Pada infeksi yang lebih berat, seseorang dapat mengalami sesak napas, napas cepat, nyeri dada, atau penurunan kondisi tubuh secara signifikan.
Apabila mengalami sesak napas berat, sulit bernapas, bibir atau wajah tampak kebiruan, penurunan kesadaran, atau kondisi semakin memburuk, segera mendapatkan pertolongan medis.
Bagaimana ISPA Menular?
ISPA yang disebabkan oleh infeksi menular dapat menyebar melalui percikan saluran pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui tangan atau benda yang terkontaminasi kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata.
Risiko penularan dapat meningkat pada lingkungan yang padat, tertutup, dan memiliki ventilasi yang kurang baik.
Siapa yang Lebih Berisiko?
ISPA dapat menyerang siapa saja. Namun, beberapa kelompok dapat memiliki risiko mengalami infeksi yang lebih berat, seperti:
Bayi dan anak-anak.
Lansia.
Orang dengan daya tahan tubuh yang rendah.
Orang yang memiliki penyakit kronis tertentu.
Perokok atau orang yang sering terpapar asap rokok.
Orang yang sering terpapar polusi udara.
Cara Mencegah ISPA
Pencegahan ISPA dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
- Rajin mencuci tangan
Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas di luar rumah, sebelum makan, dan setelah batuk atau bersin.
- Terapkan etika batuk dan bersin
Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau bagian dalam siku ketika batuk atau bersin. Buang tisu ke tempat sampah dan segera cuci tangan.
- Gunakan masker saat diperlukan
Penggunaan masker dapat membantu mengurangi penyebaran penyakit saluran pernapasan, terutama ketika sedang mengalami gejala atau berada di lingkungan yang ramai dan berisiko.
- Hindari asap rokok
Asap rokok dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan. Hindari merokok dan sebisa mungkin jauhi paparan asap rokok.
- Pastikan ventilasi ruangan baik
Sirkulasi udara yang baik membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan.
- Jaga daya tahan tubuh
Terapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup tidur, melakukan aktivitas fisik, dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Tidak semua ISPA memerlukan pengobatan khusus. Namun, pemeriksaan medis diperlukan apabila gejala semakin berat, berlangsung lebih lama dari yang diharapkan, atau muncul tanda bahaya seperti sesak napas, nyeri dada, demam tinggi yang menetap, tubuh sangat lemas, atau penurunan kesadaran.
Pada bayi, anak-anak, lansia, serta pasien dengan penyakit tertentu, perhatian lebih perlu diberikan karena risiko komplikasi dapat lebih tinggi.
Dokter akan melakukan pemeriksaan berdasarkan keluhan dan kondisi pasien. Pemeriksaan tambahan dapat dilakukan apabila diperlukan untuk mengetahui penyebab atau tingkat keparahan infeksi.