Diabetes Melitus: Kenali Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Mencegah Komplikasinya
Mengenal Diabetes Melitus
Diabetes melitus adalah penyakit yang terjadi ketika kadar gula darah meningkat karena tubuh tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tidak mampu menggunakan insulin secara efektif.
Insulin merupakan hormon yang membantu gula dari makanan masuk ke dalam sel tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi. Ketika insulin tidak bekerja dengan baik, gula akan menumpuk di dalam darah dan menyebabkan hiperglikemia.
Diabetes dapat terjadi pada berbagai kelompok usia. Penyakit ini membutuhkan pengelolaan jangka panjang agar kadar gula darah tetap terkontrol dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai
Pada sebagian orang, diabetes dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Namun, beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
Sering merasa haus, meskipun sudah cukup minum.
Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
Mudah merasa lapar.
Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.
Tubuh mudah lelah dan kurang bertenaga.
Penglihatan menjadi kabur.
Luka lebih sulit sembuh.
Sering mengalami infeksi, misalnya infeksi kulit atau saluran kemih.
Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki.
Gejala tersebut tidak selalu menunjukkan diabetes karena dapat disebabkan oleh kondisi lain. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan diagnosis.
Faktor Risiko Diabetes Melitus
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko diabetes, khususnya diabetes tipe 2, meliputi:
Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes.
Kelebihan berat badan atau obesitas.
Kurang melakukan aktivitas fisik.
Pola makan yang tidak seimbang.
Memiliki tekanan darah tinggi.
Mengalami gangguan kadar kolesterol.
Pernah mengalami diabetes saat kehamilan.
Bertambahnya usia, meskipun diabetes tipe 2 juga dapat terjadi pada usia muda.
Memiliki faktor risiko bukan berarti seseorang pasti terkena diabetes. Namun, kondisi tersebut menjadi alasan untuk lebih memperhatikan kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
Cara Mencegah dan Mengendalikan Diabetes
Pencegahan dan pengendalian diabetes dapat dimulai melalui perubahan gaya hidup yang sehat.
- Mengatur pola makan
Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan memperbanyak sayuran, memilih sumber protein yang sehat, dan mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang sesuai kebutuhan. Batasi minuman manis, makanan tinggi gula, serta makanan ultra-proses.
- Rutin melakukan aktivitas fisik
Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu tubuh menggunakan gula darah dengan lebih baik. Pilih olahraga yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan lakukan secara bertahap.
- Menjaga berat badan ideal
Bagi orang yang memiliki kelebihan berat badan, penurunan berat badan secara bertahap dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2.
- Melakukan pemeriksaan gula darah
Pemeriksaan gula darah secara rutin membantu mendeteksi gangguan kadar gula sejak dini, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko.
- Mengikuti anjuran dokter
Bagi pasien yang telah didiagnosis diabetes, pengobatan, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan pemantauan gula darah perlu dilakukan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
- Menghindari rokok dan membatasi alkohol
Menghindari rokok serta membatasi konsumsi alkohol dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan dan membantu mengurangi risiko masalah kesehatan yang berkaitan dengan diabetes.
Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai
Diabetes yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, antara lain:
Penyakit jantung dan pembuluh darah.
Gangguan fungsi ginjal.
Kerusakan saraf atau neuropati diabetik.
Gangguan penglihatan akibat kerusakan pembuluh darah retina.
Luka kaki yang sulit sembuh dan dapat berkembang menjadi masalah serius.
Peningkatan risiko infeksi tertentu.
Pengendalian kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol, disertai pemeriksaan rutin, dapat membantu mengurangi risiko komplikasi.
Pentingnya Pemeriksaan Diabetes Sejak Dini
Pemeriksaan diabetes dapat dilakukan melalui beberapa metode, seperti:
Gula darah puasa, yaitu pemeriksaan kadar gula darah setelah berpuasa sesuai ketentuan pemeriksaan.
Gula darah sewaktu, yaitu pemeriksaan kadar gula darah tanpa harus memperhatikan waktu makan terakhir.
HbA1c, yaitu pemeriksaan yang memberikan gambaran rata-rata kadar gula darah selama sekitar dua hingga tiga bulan terakhir.
Tes toleransi glukosa oral, yang dilakukan sesuai indikasi medis.
Dokter akan menentukan jenis pemeriksaan yang sesuai berdasarkan kondisi dan kebutuhan pasien. Diagnosis diabetes tidak sebaiknya ditegakkan hanya berdasarkan satu hasil pemeriksaan tanpa mempertimbangkan kondisi klinis dan pedoman yang berlaku.